Pelita Nunukan – Anggota Komisi III DPRD Nunukan, Gat Khaleb, menyoroti kebiasaan penggunaan botol air minum kemasan di lingkungan perkantoran yang dinilainya ikut menambah persoalan sampah plastik.
Gat mengatakan persoalan lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan perkantoran.
Ia menilai kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai masih perlu ditingkatkan.
Menurut Gat, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menyediakan dispenser air minum di kantor sehingga pegawai dapat menggunakan gelas secara berulang.
“Kesadaran kita lemah Pak. Kesadaran kita lemah. Tanya orang-orang di kantor. Setiap kali saya singgung, ya enggak usah lah setiakan botol-botol sudah di kantor-kantor.” Kamis (01/10/2026).
Gat mengatakan penggunaan dispenser dapat menjadi alternatif dibandingkan menyediakan botol air minum kemasan secara terus-menerus di lingkungan kantor.
Menurutnya, kebiasaan tersebut berkaitan dengan upaya mengurangi sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Ia menilai perubahan perilaku perlu dimulai dari lingkungan yang dekat dengan masyarakat, termasuk kantor-kantor pemerintahan.
“Botol-botol air mineral. Gitu nah. Buat aja dispenser, siapa yang mau minum ambil gelas.”
Gat mengatakan langkah sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari perubahan pola pikir dalam melihat persoalan lingkungan.
Menurutnya, pengurangan sampah tidak harus selalu menunggu program berskala besar. Kebiasaan penggunaan barang yang dapat dipakai berulang kali juga dapat menjadi salah satu pilihan.
Ia menilai persoalan lingkungan membutuhkan kesadaran bersama agar upaya pengurangan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Gat berharap kebiasaan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dapat mulai diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, perubahan cara berpikir tersebut penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik dalam jangka panjang.
