oleh

Gini Ratio Nunukan Turun Menjadi 0,257 pada 2025

Pelita Nunukan – Gini Ratio Kabupaten Nunukan tercatat sebesar 0,257 pada 2025, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,381, berdasarkan data yang dipaparkan Bupati Nunukan Irwan Sabri.

Angka tersebut disampaikan dalam pidato peringatan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan di DPRD Kabupaten Nunukan, Senin (12/10/2026).

Gini Ratio merupakan indikator untuk menggambarkan tingkat ketimpangan distribusi pengeluaran atau pendapatan dalam suatu wilayah. Secara umum, nilai yang lebih rendah menunjukkan distribusi yang lebih merata.

“Gini Ratio Kabupaten Nunukan tahun 2025 tercatat sebesar 0,257, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 sebesar 0,381,” kata Irwan.

Bupati menyatakan pembangunan daerah tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Ke depan, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara lebih merata,” ujarnya.

Pemerataan pembangunan menjadi perhatian khusus bagi wilayah perbatasan, pedalaman, pesisir, dan pulau-pulau terluar yang memiliki kondisi geografis serta akses layanan berbeda.

Meski menunjukkan penurunan, perubahan Gini Ratio perlu dibaca bersama indikator kesejahteraan lainnya, termasuk kemiskinan, upah, kesempatan kerja, dan akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Untuk mengetahui kelompok masyarakat yang paling merasakan perubahan tersebut, diperlukan penelusuran data lebih lanjut mengenai distribusi pengeluaran, kondisi rumah tangga, serta kesenjangan kesejahteraan antarkawasan di Kabupaten Nunukan.