Pelita Nunukan – Perputaran ekonomi selama pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 di Kabupaten Nunukan tercatat mencapai Rp12,604 miliar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan yang disampaikan dalam sambutan Bupati pada malam penutupan festival, Rabu (14/10/2026).
Angka tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi selama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan. Kegiatan yang berlangsung sejak 2 Oktober 2026 itu turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan bahwa pelaksanaan Paras Fest tidak hanya menghadirkan hiburan dan kegiatan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, ia memaparkan data perputaran ekonomi berdasarkan catatan BPS Kabupaten Nunukan serta data omzet UMKM dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan.
“Pada kondisi normal, amzet agregat sampel berada pada angka 3.108.000.000,-. Selama Paras Fest, naik menjadi Rp. 4.157.000.000, ada tambahan sekitar Rp. 1.054.000.000 uang yang berputar di warung warung selama pelaksanaan Paras Fest,” ujarnya.
Sementara itu, dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, kegiatan tersebut disebut sebagai kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kita telah melihat betapa antusiasnya masyarakat Nunukan dalam memeriahkan acara ini. Di balik kemeriahan tersebut, ada peluang ekonomi yang harus kita jaga dan lanjutkan agar roda perekonomian terus berputar di daerah sendiri,” ujarnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk melanjutkan dukungan terhadap produk lokal dan usaha masyarakat setelah festival berakhir.
Data perputaran ekonomi tersebut perlu dibaca sesuai komponen penghitungannya. Pemisahan antara perputaran ekonomi secara keseluruhan, omzet UMKM, dan belanja pemerintah diperlukan agar dampak ekonomi Paras Fest dapat dipahami secara tepat.
