oleh

Bupati Nunukan Dorong Senam Lukiwol Jadi Identitas Budaya

Pelita Nunukan – Bupati Nunukan Irwan Sabri mendorong pelestarian Senam Lukiwol sebagai bagian dari identitas budaya Suku Tidung. Senam yang mengangkat kisah legenda Yaki Bentawol itu dinilai memiliki nilai budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam sambutannya saat membuka Iraw Tidung Borneo Bersatu IV Tahun 2026 di Baloy Adat Desa Binusan, Kabupaten Nunukan, Bupati menekankan bahwa Lukiwol tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan cerita dan filosofi budaya masyarakat Tidung.

Legenda Yaki Bentawol dituangkan dalam rangkaian gerakan yang menggambarkan aktivitas kehidupan sehari-hari, mulai dari mengarungi sungai, menebang pohon, hingga berburu. Gerakan lainnya menggambarkan kegembiraan istri Yaki Bentawol ketika suaminya pulang membawa hasil buruan.

Menurut Bupati, unsur cerita dan filosofi dalam gerakan tersebut menjadi kekuatan Senam Lukiwol sebagai karya budaya lokal yang dapat diperkenalkan lebih luas.

Ia berharap perangkat daerah terkait segera mengambil langkah untuk melindungi karya budaya tersebut.

“Saya berharap Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Nunukan segera mematenkan Senam Lukiwol ini. Ini milik Nunukan. Kita harus menjaga dan mengajarkannya kepada anak cucu kita.” ujarnya, Minggu (11/10/2026).

Bupati menilai pelestarian Lukiwol perlu dilakukan agar generasi muda tidak hanya mengenal gerakannya, tetapi juga memahami cerita dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat kebanggaan masyarakat Nunukan terhadap budaya daerah, khususnya di wilayah perbatasan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *