oleh

Ryan Antoni Nilai Infrastruktur Krayan Masih Jauh dari Layak

Pelita Nunukan – Kondisi infrastruktur di wilayah daratan Kabudaya dan Krayan dinilai masih jauh dari kategori layak dibandingkan kawasan urban di Kabupaten Nunukan.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Ryan Antoni, mengatakan kondisi infrastruktur di Pulau Nunukan dan Sebatik relatif lebih baik, meski belum sepenuhnya sempurna.

Menurutnya, perbedaan kondisi tersebut terlihat ketika dibandingkan dengan kebutuhan infrastruktur di wilayah daratan Kabudaya dan Krayan.

Ia menilai pembangunan di wilayah pedalaman masih membutuhkan perhatian untuk menunjang aktivitas masyarakat.

“Kalau secara umum ya di Kabupaten Nunukan, saya kira di wilayah yang sudah masuk kategori urban, seperti halnya Nunukan, Pulau Nunukan dan Sebatik, ini masih lumayan. Saya juga tidak bilang bahwa ini sudah sempurna, tentu tidak. Tetapi untuk di wilayah daratan, kabudaya dan krayan, ini kan masih jauh-jauh dari istilah layak.” Kamis (01/10/2026).

Ryan mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, kondisi infrastruktur yang belum layak membuat masyarakat menghadapi tantangan ketika menjalankan aktivitas ekonomi maupun mengakses berbagai layanan.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedalaman.

“Karena kenapa? Misalnya saya infrastruktur jalan jembatan, ini kan satu-satunya urat nadi untuk aktivitas masyarakat, baik itu di bidang ekonomi, mengakses layanan publik, di bidang pendidikan, pemerintahan, dan sebagainya.”

Ryan juga menyinggung adanya ekspresi kekecewaan terhadap kondisi pembangunan di Krayan yang terkadang muncul dalam penyampaian Komisi III.

Menurutnya, ungkapan tersebut perlu dipahami sebagai bentuk dorongan agar pembangunan di wilayah tersebut dapat terus dimaksimalkan.

Ia menegaskan bahwa intervensi pemerintah di Krayan sebenarnya sudah berlangsung, tetapi masih diperlukan upaya lebih lanjut agar infrastrukturnya dapat menunjang aktivitas masyarakat secara layak.

“Saya juga menyampaikan bahwa kadang-kadang ekspresi kekecewaan kami itu tergambar dari bahasa kami yang selalu bilang, misalnya kaya krayan ya.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *