oleh

Bupati Nunukan Ajak Masyarakat Rawat Persaudaraan dalam Keberagaman

PELITA NUNUKAN – Masyarakat Kabupaten Nunukan diajak menjaga persaudaraan di tengah perbedaan suku dan budaya sebagai bagian penting dalam mendukung kehidupan sosial yang harmonis serta pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Nunukan, Irwan Sabri, yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, pada penutupan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-4 di Nunukan, Senin (12/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa masyarakat tidak harus memiliki latar belakang adat yang sama untuk membangun kebersamaan. Perbedaan justru perlu menjadi alasan untuk saling membantu dan melengkapi.

“Kita tidak harus memiliki adat dan budaya yang sama untuk bisa berjalan bersama. Kita tidak harus berasal dari suku yang sama untuk saling membantu,” demikian pesan Bupati.

Menurutnya, keberagaman masyarakat merupakan bagian dari kekuatan Kabupaten Nunukan yang perlu dijaga bersama. Persaudaraan tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan asal-usul maupun tradisi yang dianut masing-masing kelompok masyarakat.

Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, seperti jalan dan gedung. Kerukunan, kepercayaan, serta semangat gotong royong juga menjadi unsur penting dalam membangun kehidupan masyarakat.

“Budaya boleh berbeda, tetapi hati harus tetap bersaudara. Inilah kekuatan Nunukan yang harus kita jaga bersama,” demikian isi sambutan tersebut.

Pesan persatuan itu disampaikan dalam kegiatan yang mempertemukan tokoh adat, masyarakat Tidung, serta perwakilan adat Tidung dari Sabah, Malaysia, dan Filipina. Kehadiran perwakilan lintas wilayah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-4.

Bupati berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan tidak berhenti setelah acara berakhir. Masyarakat diharapkan terus menjaga keharmonisan dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui semangat persaudaraan, keberagaman di Kabupaten Nunukan diharapkan dapat menjadi modal sosial untuk mendukung pembangunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *