oleh

Bupati Nunukan Bidik Paras Perbatasan Jadi Daya Tarik Wisata

Pelita Nunukan – Bupati Nunukan Irwan Sabri berharap Paras Perbatasan berkembang menjadi daya tarik wisata melalui kegiatan budaya dan olahraga yang melibatkan masyarakat. Senam Lukiwol dinilai dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi daerah perbatasan kepada masyarakat luas.

Dalam sambutannya saat membuka Iraw Tidung Borneo Bersatu IV Tahun 2026 di Baloy Adat Desa Binusan, Kabupaten Nunukan, Bupati menekankan pentingnya memanfaatkan ruang publik sebagai tempat untuk menunjukkan identitas dan potensi daerah.

Menurutnya, Paras Perbatasan memiliki arti penting bagi masyarakat karena berkembang menjadi ruang publik yang dapat dibanggakan. Lokasi tersebut juga diharapkan menjadi tempat untuk menyampaikan pesan tentang pelestarian budaya, kesehatan, dan prestasi masyarakat perbatasan.

Bupati menilai pencatatan rekor MURI melalui Senam Lukiwol dapat membantu memperkenalkan nama Paras Perbatasan dan budaya lokal Nunukan ke tingkat nasional.

“Ini akan menjadi daya tarik wisata. Orang akan datang ke Nunukan bukan hanya untuk urusan perbatasan, tetapi juga untuk melihat dan ikut Senam Lukiwol di Paras Perbatasan.” ujarnya, Minggu (11/10/2026).

Ia berharap kegiatan yang mengangkat budaya lokal dapat menarik perhatian masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung ke Nunukan.

Senam Lukiwol sendiri mengangkat legenda Yaki Bentawol dalam rangkaian gerakan yang menggambarkan aktivitas kehidupan sehari-hari. Unsur budaya tersebut menjadi pembeda yang dapat diperkenalkan bersamaan dengan pemanfaatan ruang publik.

Meski demikian, potensi wisata tersebut masih memerlukan pengembangan dan promosi berkelanjutan agar dapat mendorong kunjungan wisatawan. Rekor MURI menjadi salah satu momentum yang diharapkan memperluas pengenalan terhadap budaya dan kawasan perbatasan Nunukan.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *