Pelita Nunukan – Bupati Nunukan mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan jati diri budaya di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi dari berbagai penjuru dunia.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-4 Tahun 2026 di Baloy Adat Desa Binusan, Kabupaten Nunukan.
Menurut Bupati, perkembangan teknologi dan masuknya budaya dari berbagai negara menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat dalam mempertahankan identitas budayanya.
“Kita hidup di zaman yang terus berubah. Teknologi semakin maju, informasi begitu cepat, dan budaya dari berbagai penjuru dunia dengan mudah masuk ke tengah-tengah kehidupan kita,” ujarnya, Jum’at (09/10/2026).
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga akar budaya sendiri. Masyarakat diharapkan tetap mengenal dan menghargai adat, bahasa, serta tradisi yang diwariskan leluhur.
“Karena itu, jangan sampai kita menjadi generasi yang maju secara teknologi, tetapi lupa dengan akar budaya sendiri,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa melestarikan budaya bukan berarti menolak perubahan. Tradisi tetap perlu dirawat dan diwariskan, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Namun, saya juga ingin menyampaikan bahwa melestarikan budaya bukan berarti kita harus menutup diri dari perubahan. Budaya harus kita rawat, kita hidupkan, dan kita wariskan, tetapi tetap mampu berjalan mengikuti perkembangan zaman.” ujarnya.
Melalui Iraw Tidung Borneo Bersatu, ia berharap masyarakat semakin bangga terhadap identitas budayanya sekaligus mampu memperkenalkannya kepada dunia.







Komentar