oleh

Bupati Nunukan Targetkan Program Prioritas Terealisasi 100 Persen

Pelita Nunukan – Bupati Nunukan Irwan Sabri meminta seluruh kepala perangkat daerah pengampu program prioritas 17 Arah Baru Menuju Perubahan memastikan realisasi program mencapai 100 persen pada akhir 2026.

Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Triwulan III Tahun 2026. Selain program prioritas daerah, Bupati meminta perangkat daerah pengampu Program Strategis Nasional (PROSN) segera mempercepat pelaksanaan kegiatan dan menyiapkan pelaporan yang diperlukan.

Irwan menilai Rakordal merupakan forum strategis untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan. Melalui evaluasi tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi hambatan pelaksanaan kegiatan dan menentukan langkah perbaikan sebelum tahun anggaran berakhir.

“Saya minta seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk memperkuat kualitas perencanaan, mempercepat pelaksanaan kegiatan, menjaga kualitas belanja, memperkuat pengendalian internal, serta meningkatkan koordinasi sehingga tidak ada lagi program yang terlambat,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, evaluasi pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada angka penyerapan anggaran. Pemerintah daerah juga harus menilai kualitas pelaksanaan program, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta kontribusinya terhadap pencapaian indikator pembangunan daerah.

Bupati secara khusus mengingatkan perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap program prioritas 17 Arah Baru Menuju Perubahan agar memperhatikan target realisasi hingga penghujung tahun. Ia meminta setiap pengampu program memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana.

“Sebelum saya lanjutkan, saya mengingatkan kepada Kepala Perangkat Daerah pengampu program Prioritas 17 Arah Baru Menuju Perubahan, agar memastikan realisasi program tersebut dapat terealisasi 100% di akhir tahun!” ujarnya.

Selain target program prioritas daerah, percepatan Program Strategis Nasional juga menjadi perhatian Bupati. Perangkat daerah pengampu PROSN diminta segera bekerja agar pelaksanaan program dan kebutuhan pelaporannya dapat dipersiapkan.

“Dan kepada OPD pengampu Program Strategis Nasional (PROSN) agar segera bekerja untuk merealisasikan PROSN sehingga kita bisa menyiapkan pelaporan PROSN untuk Semester I Tahun 2026,” ujarnya.

Dalam arahannya, Irwan juga menyoroti tantangan pembangunan Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Tantangan tersebut meliputi konektivitas antarwilayah, infrastruktur dasar, pelayanan kesehatan dan pendidikan, transformasi digital, investasi, ketahanan pangan, serta kualitas sumber daya manusia.

Ia menilai persoalan pembangunan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, sinergi antarlevel pemerintahan, serta kemitraan dengan dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Bupati berharap Rakordal menjadi forum untuk menyelesaikan persoalan pelaksanaan pembangunan, bukan sekadar kegiatan rutin untuk menyampaikan laporan. Setiap perangkat daerah diminta memastikan penggunaan anggaran menghasilkan keluaran, manfaat, dan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.