Pelita Nunukan – Anggota Komisi III DPRD Nunukan, Gat Khaleb, mendorong adanya inovasi botol yang dapat digunakan dalam jangka panjang untuk mendukung aktivitas pembudidaya rumput laut sekaligus mengurangi sampah.
Gat mengatakan persoalan sampah plastik perlu dilihat dari berbagai aktivitas masyarakat yang menghasilkan limbah.
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan berkaitan dengan penggunaan botol yang berada di kawasan Mamolo.
Ia menyebut penggunaan botol untuk kebutuhan terkait rumput laut dapat menghasilkan sampah ketika botol harus diganti berulang kali.
“Yang kedua, saya sudah bilang, sempat bilang sama mereka di DPRD, saya bilang bagaimana kita produksi, salah satu persoalan utama ini kan Pak, botol terkait rumput laut.” Kamis (01/10/2026).
Gat kemudian mengusulkan agar tersedia botol yang memiliki daya tahan lebih lama sehingga masyarakat tidak perlu terlalu sering menggantinya.
Menurutnya, penggunaan botol yang dapat bertahan selama beberapa tahun dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi timbulan sampah.
Ia bahkan membuka gagasan pemberian subsidi apabila harga botol dengan daya tahan lebih lama tersebut dinilai mahal.
“Di mamolo itukan yang penuh. Saya bilang, bisakah kita produksi botol yang bisa bertahan 2 tahun, 5 tahun, supaya mereka tidak ganti-ganti. Saya gituin.”
Menurut Gat, penggunaan produk yang lebih tahan lama perlu dipertimbangkan dalam kebijakan pengelolaan lingkungan.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat menggabungkan kebutuhan masyarakat dengan upaya mengurangi sampah.
Gat mengatakan dukungan pemerintah dapat dipertimbangkan apabila harga produk tersebut menjadi kendala bagi masyarakat.
“Kalau bisa kita subsidi, kita subsidi. Kalau harganya itu mahal. Kalau misalnya harganya 20 ribu, ya kita subsidi lah 10 ribu.”
Menurutnya, masyarakat tetap dapat memperoleh produk dengan harga yang lebih terjangkau, sementara masa penggunaan barang menjadi lebih panjang.
“Kasih mereka beli 10 ribu. Tapi mereka bisa bertahan. Masa enggak bisa beli? Orang bisa bertahan 5 tahun? Gitu nah.”
Gat menilai gagasan tersebut merupakan salah satu contoh bahwa persoalan lingkungan dapat ditangani melalui perubahan pola pikir, inovasi produk, dan perencanaan yang berorientasi jangka panjang.






Komentar